MERON



Pelaksanaan : Desa Sukolilo, Kecamatan Sukolilo 


Meron adalah tradisi memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.  Event tradisi ini dilaksanakan tiap tahun. Tidak hanya warga Pati yang datang diacara ini, namun warga luar daerah juga berdatangan.
Sebanyak 13 gunungan setinggi sekitar 2 meter, berisi makanan tradisional khas (rengginang, terbuat dari beras ketan,mempunyai makna ngraketaken (merekatkan) persaudaraan,  dan dibuat membentuk bunga dan ampyang), Di atas gunungan terdapat potongan ayam, dan dihiasi rangkaian bunga yang melingkari gunungan.

Gunungan dibawa kepala desa dan perangkat desa setempat kemudian diarak sepanjang rute kirab.
Selesai diarak, warga yang telah memadati lokasi pelaksanaan tradisi langsung memperebutkan gunungan tersebut.
Menurutnya Meron itu punya keunikan dan karakter yang tidak berubah sejak awal diselenggarakan hingga saat ini. Acara dimulai dari istighosah, kemudian diadakan takhtimul Qu'ran bil ghoib. Setelah itu prosesi yang dimulai dengan gebyar budaya dan prosesi terakhir ritualnya.

"Meron menjadi warisan budaya yang punya karakteristik, dan ini perlu diviralkan tentunya melibatkan seluruh komponen termasuk generasi muda untuk memberikan multiplier effect termasuk dalam hal ekonomi dan kepada Desa Sukolilo,


GAGEGO DOLAN PATI!!!
Powered byEMF Form Builder