WISATA BUDAYA MERON

Meron adalah tradisi memperingati kelahiran nabi Muhammad SAW juga berlangsung di kecamatan Sukolilo, 27 km arah selatan dari kota. Pelaksanaan 12 Rabiul Awal, upacara ini ditandai dengan arak-arakan rengginang (sejenis kerupuk yang terbuat dari beras ketan yang dikeringkan dengan cara dijemur dibawah panas matahari lalu digoreng dengan minyak goreng dalam jumlah yang banyak) disusun menjulang ke atas setinggi 3 meter dan diatasnya diberi simbol ayam jantan yang disebut MERON.

Adapun jumlah meron yang dikirab adalah sebanyak 13 yang melambangakan 13 perangkat desa dan dikirab dari masing-masing rumah perangkat desa bersama-sama dengan diiringi atraksi kesenian daerah. Setalah jam 12.00 WIB (adzan Sholat Dhuzur), semua merom milik perangkat desa di arak menuju Masjid Agung Sukolilo kecuali meron millik Kepala Desa (diarak yang terakhir kali bersama dengan Bupati, OPD, Kepala Se-Kecamatan Sukolilo, tokoh masyarakat dan warga). Kemudian dilaksanakan upacara tradisi meron. Setelah pembacaan doa selesai, semua meron dijajarkan di Jalan Raya Pati-Purwodadi kurang lebih 1 KM menjadi rebutan masyarakat sekitar untuk mendapatkan berkah.



MAS DUTA WISATA KAB. PATI 2019

Mbak Duta Wisata Kab. Pati 2019

GAGEGO DOLAN PATI!!!
Powered byEMF Form Builder